Haji Lane, the retrothentic of Singapore

Bagi anda yang menyukai street art and photo hunting. Kawasan ini tidak boleh terlewatkan. Sudah bukan rahasia lagi, banyak selebgram mengabadikan moment kunjungan mereka di Singapura dengan memposting foto bertagar lokasi Haji Lane.

20161127_090035

Haji Lane adalah di lingkungan Kampong Glam Singapura. orang-orang muda sering berkumpul di ruko di sepanjang jalan ini untuk membuka butik fashion yang independen dan kafe ala Timur Tengah. Haji Lane mendapat namanya karena bisnis yang berkembang. Ada banyak  peziarah atau pengusaha Arab yang mengatur haji bagi umat Islam di Singapura dan dari pulau-pulau terdekat seperti Jawa.

Tidak jauh dari Haji Lane, tidak sampai 3 menit berjalan anda akan mendapati kawasan Arab Street, merupakan nama jalan dan lingkungan di Singapura. Ada dua penjelasan di balik nama. Yang pertama adalah bahwa daerah itu dimiliki oleh seorang pedagang Arab, Syed Ali bin Mohamed Al Junied dan merupakan situs sebuah kampung Arab, maka dinamakan Arab Street. Dalam Bahasa Cina disebut sebagai jalan Jiau koi Jawa, dalam pandangan orang Jawa yang digunakan penduduk mayoritas untuk menjadi daerah. Rempah-rempah, tekstil, barang keranjang dan songkoks yang dijual di sepanjang baris ini dari ruko dengan lima kaki jalan di Arab Street. Dalam Bahasa Tamil, Arab Street dikenal sebagai pukadai sadkku (toko bunga jalan), karena toko yang menjual bunga homegrown, kapur dan barang-barang lain yang dijual oleh perempuan Jawa.

JPEG image-4AAFC5398FA2-1

Pada tahun 1889, kebakaran besar terjadi. Hal ini juga terkait dengan situasi yang sudah ada sebelumnya pada saat berdirinya bangsa oleh Sir Stamford Raffles. Ketika Raffles berencana daerah yang akan dialokasikan untuk pemerintah, yang bertentangan dengan penggunaan komersial dan perumahan, komunitas pelaut Bugis dan pedagang sudah dekat istana Sultan. Karena itu ia dialokasikan daerah mereka, di dekat tempat perahu mereka ditampung di sungai, membawa kargo tahunan mereka untuk secara barter. Itu adalah bagaimana nama Bugis Street muncul. Orang-orang Arab dan pedagang Muslim lainnya (Chulias) juga dialokasikan untuk daerah dekat Kampong Glam.

JPEG image-02061FA27305-1

Kedua kawasan ini terletak sekitar 550m dari Bugis MRT Station yang berada di jalur hijau(East West Line). Dari arah bandara Changi Airport, setelah melakukan perpindahan ke arah Joo Koon dari stasiun transit Tanah Merah silahkan berhenti di stasiun Bugis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *