Gunung Bromo, secuil bingkisan dari surga

Sudah tidak asing lagi banyak orang yang bilang bahwa kawasan Bromo merupakan salah satu tempat terbaik menikmati fenomena matahari terbit di Indonesia. Biasanya banyak yang menawarkan jasa perjalanan dengan keberangkatan tengah malam dari pusat kota Malang. Jadi, sebelum subuh pun beberapa spot di sekitar Bromo telah dipenuhi oleh pengunjung baik lokal maupun mancanegara.

Keunikan gunung batok dan pemandangan desa diatas awan laksana menambah daftar fenomena menakjubkan yang wajib dimasukkan dalam list liburan para insan travel.

Secara geografis, Gunung Bromo terbagi dalam 4 wilayah berbeda di Jawa Timur yaitu Malang, Pasuruan, Probolinggo, dan Lumajang. Biasanya tawaran perjalanan untuk menikmati matahari terbit di kawasan Bromo dilakukan dengan mobil jeep dan sudah termasuk dengan tour kaldera luas yang terbentang ditengah kawasan pegunungan. Hamparan pasir luas ini dikenal dengan pasir berbisik.

IMG_3510

Karena terbagi dalam 4 wilayah yang berbeda maka jalur tempuh perjalanan untuk menikmati fenomena matahari terbit ini terbagi atas beberapa opsi sebagai berikut,

Melalui Malang

Perjalanan yang ditempuh dari kota Malang memerlukan waktu kira-kira sekitar 4 jam. Anda akan diajak melewati desa Tumpang yang terletak dekat Bandara dan Stasiun. Jalur ini merupakan yang paling banyak diambil oleh wisatawan.

Melalui Probolinggo

Jalur ini merupakan jalur optional yang dapat ditempuh baik dari arah Surabaya maupun Malang. Jalur ini memiliki keunikan tersendiri karena anda akan diajak melewati Desa Sukapura yang menawarkan anda menyusuri keindahan cemoro lawang sebelum anda sampai di kawasan Bromo.

Melalui Pasuruan

Perjalanan ini dapat ditempuh dari Surabaya dengan arah ke Pasuruan dan dalam waktu yang singkat, yaitu sekitar 2 jam. Namun, meskipun memerlukan waktu yang relatif singkat dibandingkan dengan jalur disebutkan sebelumnya, anda ditantang untuk melewati banyak tanjakan dan tikungan tajam.

IMG_3513

Trip yang ditawarkan untuk menikmati fenomena matahari terbit di Bromo dihargai sekitar Rp300.000,00 dimana anda akan langsung dijemput mobil Jeep di penginapan anda. Perjalanan dimulai tengah malam, suhu udaranya relatif berubah-ubah tergantung cuaca. Pada perjalanan terakhir saya, cuaca cukup bersahabat dan tidak hujan, suhu udara waktu itu adalah sekitar 11C.

Keindahan Bromo tak dapat pudar dimakan musim. Baik kemarau maupun penghujan, daya tarik Bromo tetap banyak mengikat minat wisatawan untuk berkunjung. Menurut beberapa sumber, periode bulan Juni hingga Agustus merupakan waktu yang paling baik untuk menikmati fenomena matahari terbit di Bromo karena pada bulan-bulan tersebut, kabut turun menutupi area di sekitar gunung yang membuat puncak Gunung Bathok bak menjulang diatas awan.

Setelah puas menikmati indahnya matahari terbit, maka anda akan diajak oleh jasa perjalanan untuk menikmati kaldera di dasar pegunungan. Di tempat ini anda dapat melihat Gunung Bromo, Gunung Bathok dan bukit-bukit tinggi yang terbentang mengelilingi anda.

IMG_3444

Menaiki anak tangga, sesampainya di puncak bromo anda akan disuguhkan pemandangan kawah belerang. Di beberapa titik anda juga akan melihat banyak arca persembahan penduduk sekitar (suku tengger). Asal usul nama Bromo sendiri berasal dari bahasa sansekerta yang berarti “Brahma”, yang merupakan salah satu dewa utama dalam agama Hindu.

Konon ada kepercayaan warga sekitar bahwa ada penunggu bernama Ki Bromo yang sampai saat ini masih berdiri di kerajaan 18 tingkat disekitar Gunung Bromo. Di Kaldera sekitar Bromo dipercaya pula terdapat akar ghaib yang menyesatkan pengunjung dengan niat yang tidak baik. Well, terlepas dari mitos kepercayaan warga setempat memang sudah sepatutnya dalam mengunjungi suatu tempat kita harus menjaga tabiat kita. 

Leave a Reply