I can’t get enough of Bagan Temple!

IMG_2474

Perjalanan ke Bagan sungguh tidak terpikirkan sebelumnya. Berbekal promo tiket AirAsia pulang pergi dari Jakarta ke Kuala Lumpur seharga 550rb, saya kemudian iseng mencari harga tiket ke Yangon. Aji mumpungnya, saya mendapatkan tiket dengan harga sekitar 350rb, dan tiket balik dari Yangon ke Kuala Lumpur adalah sekitar 800rb. Setelah saya pikirkan ternyata harga tiket secara total jauh lebih murah dari pada saya melakukan penerbangan langsung Jakarta-Yangon.

Setibanya di Kuala Lumpur sekitar pukul 1 malam saya memutuskan untuk keluar imigrasi dan tidur sebentar di McDonalds didekat Departure Gate KLIA2. Masih ada selisih waktu karena penerbangan saya ke Yangon adalah sekitar pukul 6 pagi. Penerbangan dari Kuala Lumpur tidak ada masalah. Singkat cerita sesampainya di Yangon, saya memutuskan untuk berhenti sejenak mencari Wifi dan bersantai. Membandingkan kondisi bandara internasionalnya, menurut saya beberapa bandara di kota besar Indonesia memiliki kondisi yang lebih baik.

Oh iya, saya tiba sekitar pukul 8 pagi di Yangon. Dimana hari itu saya masih harus bekerja, jadi saya harus segera mencari Wifi. Begitu keluar dari imigrasi, mata saya tertuju pada Cafe De Yangon, kafe ini memiliki tampilan yang sangat sangat similar dengan Starbucks. Namun saya dibuat kecewa karena ternyata mereka tidak menyediakan fasilitas Wifi. Tanpa fikir panjang, saya kemudian bertolak menuju KFC, saya cek SSID dari handphone saya seharusnya saya bisa bekerja di KFC sampai siang. Namun lagi-lagi saya dibuat putus asa karena ternyata Wifi mereka memiliki kendala dan berdasarkan informasi yang saya dapatkan dari orang lokal memang Wifi KFC di bandara tidak pernah bisa dipakai. Dengan cepat saya habiskan sarapan saya dan berlari menghampiri information staff.

Informasi yang saya dapatkan adalah di Yangon banyak kafe tidak menyediakan akses internet. Alih-alih, semuanya menggunakan Wifi Public, yaitu Wifi Bandara. Wifi bandaranya memiliki koneksi yang lumayan cepat. Namun setelah 30 menit lamanya, device saya tidak dapat terhubung kembali ke internet. Saya (kemudian) diinformasikan bahwa Wifi di Yangon International Airport ini hanya berlaku 30 menit setiap harinya per perangkat.

Merasa kesal, saya kemudian memesan Grab menuju ke Mall terdekat dari Bandara, 9 Mile. Saya berharap akan menemukan kafe yang sedikit propher disini. Namun ternyata di Mall nya, setiap kafe juga menggunakan Wifi publik dari gedung. Well, koneksi Wifi di 9 Mile setidaknya lebih baik daripada di Bandara. Mereka tidak melakukan limitasi waktu untuk kita melakukan akses internet. Setidaknya, saya dapat menyelesaikan beberapa pekerjaan saya sampai sekitar pukul 6 sore karena saya harus segera menuju ke Aung Mingalar Bus Station.

Aung Mingalar Bus Station merupakan terminal bus terbesar di Yangon. Saya sebelumnya telah memesan tiket bus dari Yangon menuju Bagan melalui Easybook. Kebetulannya, ada promo potongan 25% untuk service mereka di negara Myanmar. Harga tiket bus yang saya dapatkan untuk perjalanan ke Bagan dari Yangon adalah sekitar 120rb. Public transportation di Yangon kurang begitu friendly karena kebanyakan menggunakan signs bahasa lokal sehingga susah di mengerti. Namun, jangan khawatir karena Grab tersedia disini. Oh iya, sebagai referensi, di Yangon pelayanan Grab tidak ada Bike ya, hanya ada GrabCar dan itupun kebanyakan merupakan Taxi. Dibutuhkan waktu sekitar 45 untuk menuju ke Aung Mingalar dari pusat kota karena lokasinya agak terpencil di pinggir.

Hal positif yang saya temui disini adalah, meskipun terlihat berantakan namun ternyata setiap provider bus di terminal tertib terhadap armadanya. Ketika saya menunjukkan printed online ticket saya, abang Grab langsung mengantarkan saya ke provider tanpa harus bertanya-tanya-tanpa harus takut salah naik armada. Begitu sampai di provider bus, mereka melakukan pemeriksaan seberapa banyak barang yang saya bawa, hal ini dimaksudkan apakah mereka perlu membantu saya memasukkan barang ke bagasi atau tidak. Tempat tunggu nya kurang begitu nyaman namun setidaknya ada.

Sekitar pukul 7 lebih belasan menit kami dipersilahkan untuk menaiki bus. Kesan pertama saya adalah busnya juga nyaman. Sebenarnya saya tidak mengharapkan fasilitas VIP karena saya memesan bus yang paling murah dari list harga yang ditawarkan Easybook. Ternyata walaupun harga nya murah saya mendapatkan fasilitas setara bus eksekutif di Indonesia. Kami juga disediakan snack, air mineral, selimut dan bantal.

IMG_5283

Setelah sekitar 10 jam lamanya, saya akhirnya sampai di Bagan Shwe Pyi Bus Station. Sebenarnya ada Grab di Bagan namun pemesanannya agak ribet karena harus menghubungi customer service, namun jangan khawatir, harga sewa taxi nya pun masih bisa di nego kok! Dengan membayar sekitar 30rb akhirnya saya diantarkan ke Hotel tempat saya menginap. Hotel Bagan Temple View, alasan saya memilih hotel ini adalah karena adanya rooftop yang memungkinkan saya melihat banyak temple di Bagan, sebagai informasi hal ini akan kian indah pada saat musim Balon Udara.

Saya tiba di hotel sekitar pukul 6 pagi, masih ada selisih 5 jam dari waktu check in saya yang paling cepat bisa dilakukan mulai pukul 11 pagi. Saya sempat ragu, namun anehnya staff hotel mempersilahkan saya untuk menunggu di rooftop agar dapat menikmati fenomena balon udara pukul 7. Di rooftop hotel terdapat restaurant dan bathroom sehingga memungkinkan saya untuk melakukan penyegaran diri serta sarapan. Tersedia pula fasilitas internet yang dapat saya manfaatkan untuk mengusir kejenuhan. Oh ya, biaya sewa kamar per malam di hotel ini adalah sekitar 400rb an. Worth banget!

Kebanyakan pengunjung yang stay di hotel ini bukan orang Asia. Fenomena balon udara di Bagan dapat anda nikmati dari pukul 7 sampai pukul 8 pagi. Totally, saya menghabiskan 2 hari di Bagan. Pemerintah Myanmar telah melakukan larangan untuk memanjat temple sehingga menurut saya menikmati sunrise di Hotel ini merupakan opsi terbaik.

Pemerintah setempat menyiapkan semacam bukit kecil untuk menikmati sunrise, pada hari kedua saya berkesempatan untuk menuju bukit tersebut namun view nya tidak begitu bagus. Pun hanya saya dan 2 orang wisatawan dari Finlandia yang pada akhirnya memutuskan untuk explore tempat lain selagi menunggu Balon udara. Kami berkeliling menggunakan motobike. Semacam sepeda listrik dengan daya tahan maksimum 8 jam. Untuk penyewaan 1 hari harga nya sekitar 60rb. Saya dapat katakan sebenarnya kota Bagan ini sangat indah, banyak sekali temple sehingga tempat manapun menurut saya sudah menghasilkan view yang indah di feed instagram kalian.

Terlepas dari hal tersebut, saya telah menyiapkan beberapa list temple yang menurut saya terlewat menakjubkan untuk anda datangi:

Sunrise Pagoda

IMG_4423

Sejujurnya di sore hari terakhir saya. Saya bertemu dengan 2 orang Amerika. Kami berkeliling bersama untuk menemukan pagoda tersembunyi yang dapat diam-diam kami panjat. Kami menemukan pagoda ini. Kami tidak sendiri karena banyak pelancong lain yang ternyata juga telah menemukan spot tersembunyi ini. Saat saya kesini, belum ada pagar pembatas. Saya dapat memberi harapan bahwa view sunrise dan sunset akan kalian dapatkan sangat maksimal di pagoda ini.

Dhammyan Gyi Temple

IMG_2558 2

Berbeda dengan Sunrise Pagoda yang agak rindang, kalian akan mendapati area tandus dengan tanah berpasir di area sekitar Dhammyan Gyi Temple. Banyak wisatawan asing yang menikmati area ini dengan kereta kuda. Kereta kuda ini dapat kalian pesan melalui Klook maupun melalui hotel tempat kalian menginap. Namun berdasarkan hasil riset saya, harga on the spot melalui pihak hotel jauh lebih murah.

Iza Gawna Pagoda

IMG_2626 2

Saya merekomendasikan anda mendatangi tempat ini saat matahari benar-benar muncul seusai subuh, di area ini ada sekitar 3 pagoda besar. Anda akan mendapati view seperti adegan film India penyembahan terhadap dewa matahari. Sangat keren!

Minnanthu Manmade Sunset Hill

IMG_7614

Bertajuk pada nama yang diberikan untuk kuil ini, banyak orang yang menikmati panorama matahari terbenam disini. Saya datang ke kuil ini pada hari pertama sekitar pukul 4 sore dimana hari masih sangat terang. Sialnya, saat motobike saya memasuki area kuil, saya disambut anjing liar yang kurang nyantuuuy. Pada jarak sekitar 500m si anjing berlari ke arah saya, secara refleks saya berputar arah dan menaikkan kecepatan motobike saya menuju lokasi lain. Dikejar anjing! It was, … hmm fun! lol. Saya kembali ke kuil ini di hari berikutnya kemudian bersama dua orang teman Amerika yang baru saya kenal. Aman. Tidak ada anjing lagi.

Ananda Temple

IMG_2536

Tidak tahu mengapa, namun banyak wisatawan yang mengarah kesini. Well, menurut saya spot ini cocok untuk anda yang berlibur bersama keluarga. Di dalamnya ada kuil ibadah yang terbagi-bagi juga halaman yang lapang. Sebenarnya kembali lagi ke selera, namun saya lebih tertarik untuk mengambil foto di luar tempat banyak patung berada. Kebanyakan dari wisatawan akan mengikuti wisata berkeliling tempat ibadah melewati banyak lorong-lorong. I could say, it’s fun! But I have mine definition of fun 😛

IMG_8497_2

Temple-temple tersebut adalah highllight saya dibagan. Ada beberapa temple lain yang saya kunjungi namun saya tidak mendapatkan sense untuk bisa ber-narsis-ria. Anyway, kalian akan mendapatkan pengalaman yang jauh lebih mengesankan apabila menikmati keindahahan ratusan temple di Bagan dengan Balon Udara!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *